Membongkar Periodesasi Pendidikan Islam di Indonesia: Antara Fakta Sejarah dan Konstruksi Akademik

Authors

  • Muhammad Asriansyah Institut Agama Islam Negeri Bone Author
  • Ina Institut Agama Islam Negeri Bone Author
  • Idrus L Institut Agama Islam Negeri Bone Author

DOI:

https://doi.org/10.65244/jgge.v2i2.768

Keywords:

Periodesasi, Sejarah Nasional Indonesia, historiografi, analisis wacana, kurikulum

Abstract

Masalah dan tujuan penelitian ini adalah membongkar periodesasi pendidikan Islam di Indonesia serta mengkaji bagaimana narasi sejarah keislaman dibentuk melalui kebijakan kurikulum, PSPB, Sejarah Nasional Indonesia, dan praktik historiografi. Metode yang digunakan menggabungkan kajian historiografi kritis berbasis studi pustaka-kritis dan analisis wacana terhadap dokumen kebijakan, buku teks sejarah, serta literatur keislaman nasional, dengan fokus pada era Pra-Kemerdekaan hingga Reformasi. Hasil menunjukkan adanya kontinuitas motif literasi keislaman yang direkonstruksi melalui kebijakan negara dan kurikulum, meskipun isi materi serta tokoh yang disorot berubah sesuai dinamika politik nasional. Narasi sejarah tidak netral; konstruksi akademi dipengaruhi oleh posisi penulis, institusi penerbitan, dan konteks ideologis masa tertentu, sehingga narasi masa lampau sering dipengaruhi tujuan politik dan budaya akademik yang dominan pada tiap periode. Analisis narasi kurikulum mengungkap bagaimana identitas nasional dibentuk melalui literasi keagamaan dan nilai patriotik; dekonstruksi narasi masa Orde Baru menyoroti potensi bias ideologis dan fragmentasi naratif yang memengaruhi pemahaman masa lampau. Secara global, kerangka wacana kritis menyediakan alat untuk menilai bahasa, metafora, dan framing teks serta membuka peluang narasi alternatif yang lebih inklusif. Celah metodologis utama meliputi keterbatasan integrasi antara analisis periodesasi dengan historiografi kritis serta keterbatasan basis data sumber primer; rekomendasi untuk masa depan adalah desain studi pustaka-kritis dengan analisis wacana terstruktur dan triangulasi sumber. Kontribusi teoretis utama adalah kerangka integratif yang memadukan revisionisme historis, dekonstruksi naratif, dan analisis wacana terhadap teks sejarah dan kurikulum nasional; secara empiris basis data sumber primer (arsip kebijakan, dokumen kurikulum, teks sejarah) memungkinkan rekontruksi periodesasi secara holistik. Implikasi kebijakan menekankan penyajian narasi sejarah Islam yang seimbang dengan konteks budaya lokal dan dinamika historiografi yang beragam, untuk meningkatkan literasi sejarah yang akurat; saran praktis meliputi penguatan arsip digital, akses terbuka terhadap dokumen kebijakan/kurikulum, serta penyelenggaraan forum ilmiah lintas disiplin untuk validasi temuan sebelum publikasi akhir.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Andrisari, D. (2019). Membaca Ulang Teks Al-Quran Dalam Perspektif Feminisme Serta Pengaruhnya Terhadap Akses Keadilan Sosial Di Indonesia. Jurisprudensi Jurnal Ilmu Syariah Perundang-Undangan Ekonomi Islam, 11(2), 121–145. https://doi.org/10.32505/jurisprudensi.v11i2.1193

Arivia, G. (2016). Feminist Pedagogy: Deconstructing Patriarchal Culture (20 Years Reflection of Activism Inside and Outside of Classroom). Jurnal Perempuan, 21(3), 231–239. https://doi.org/10.34309/jp.v21i3.129

Gerung, R. (2016). Feminist Pedagogy: A Political Position. Jurnal Perempuan, 21(3), 265–271. https://doi.org/10.34309/jp.v21i3.132

Musthafa, A. K. (2021). Studi Kritis Atas Narasi Sejarah Khalifah Mu’awiyah Bin Abu Sufyan Dalam Historiografi Islam. Juspi (Jurnal Sejarah Peradaban Islam), 4(2), 59. https://doi.org/10.30829/juspi.v4i2.8253

Naredi, H. (2019). PSPB Dan Dekonstruksi Sejarah Indonesia Pada Masa Orde Baru. Historia Jurnal Pendidik Dan Peneliti Sejarah, 3(1). https://doi.org/10.17509/historia.v3i1.20731

Nugraha, M. S., Dienaputra, R. D., & Mulyadi, R. M. (2023). Analisis Historis Ruang Budaya Saleh Danasasmita, 1973-1986. Fajar Historia Jurnal Ilm Sejarah Dan Pendidikan, 7(2), 245–258. https://doi.org/10.29408/fhs.v7i2.21199

Putra, J. S. (2021). Historiografi Islam Indonesia Kontemporer (Studi Kajian Buku Api Sejarah Karya Ahmad Mansur Suryanegara). Tarikhuna Journal of History and History Education, 3(2), 125–138. https://doi.org/10.15548/thje.v3i2.3079

Utami, I. W. P., & Widiadi, A. N. (2016). Wacana Bhineka Tunggal Ika Dalam Buku Teks Sejarah. Paramita Historical Studies Journal, 26(1), 106. https://doi.org/10.15294/paramita.v26i1.5150

Wibowo, B. A., & Djono, D. (2024). The Multidimensional Paradigm of Indonesian Historiography and Its Teaching Efforts in the Context of History Learning in Indonesia. Santhet (Jurnal Sejarah Pendidikan Dan Humaniora), 8(1), 358–367. https://doi.org/10.36526/santhet.v8i1.3363

Wijaya, H. Y. (2016). Introducing Queer Studies in the Classroom: A Reflection. Jurnal Perempuan, 21(3), 241–250. https://doi.org/10.34309/jp.v21i3.130

Published

2026-05-14

How to Cite

Membongkar Periodesasi Pendidikan Islam di Indonesia: Antara Fakta Sejarah dan Konstruksi Akademik. (2026). Journal of Golden Generation Education, 2(2), 359 – 369. https://doi.org/10.65244/jgge.v2i2.768

Similar Articles

1-10 of 82

You may also start an advanced similarity search for this article.