Pengaruh Intervensi Pengawas Minum Obat (PMO) Berbasis WhatsApp Group terhadap peningkatan Kepatuhan Minum Obat Pasien TB Paru
DOI:
https://doi.org/10.65244/jggh.v2i1.596Keywords:
Tuberculosis, Medication Compliance, PMO, Whatsapp GroupAbstract
Penyakit tuberkulosis (TB) merupakan penyakit akibat infeksi oleh basil Mycobacterium tuberculosis, yang umumnya menyerang pada organ paru-paru. Efektifnya pengobatan TB paru dibutuhkan pengawas minum obat (PMO) untuk menjamin keberlangsungan pengobatan hingga tuntas. Inovasi digital sering dilakukan untuk menunjang pelayan kesehatan, salah satunya penggunaan Whatsapp Group guna mengoptimalkan peran PMO dalam pelayanan Kesehatan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh Pengawas Minum Obat (PMO) berbasis Whatsapp Group terhadap tingkat kepatuhan minum obat pada pasien TB paru. Penelitian ini menggunakan metode quasi experiment two group pretest-posttest, dengan melibatkan 46 responden di Puskesmas Muka Cianjur. Intervensi dilakukan selama 3 minggu berturut-turut pada jam yang telah disepakati. Pengukuran variabel independent menggunakan kuesioner PMO yang berisi 15 pertanyaan, sedangkan variabel dependen menggunakan kuesioner MMAS-8 (Morisky Medication Adherence Scale). Hasil uji Paired T Test menunjukan meningkatnya nilai rerata skor tingkat kapatuhan kelompok intervensi dengan rata-rata 5.48 menjadi 6.64, sedangkan kelompok kontrol dari 5.20 menjadi 5.66. Hasil uji Independent T Test menunjukan bahwa terdapat pengaruh yang signifikan pengawas minum obat (PMO) berbasis whatsapp group terhadap tingkat kepatuhan minum obat pada pasien TB paru (p = .005 (p < 0,05)).
Downloads
References
Dewi, N. P. A. N., & Susilawati, N. M. (2024). Hubungan Pekerjaan dan Pendidikan dengan Kejadian TB Paru di Kota Kupang. Inovasi Kesehatan Global, 4(1), 139–148. https://doi.org/10.62383/ikg.v1i4.1213
Hamidah, S., Wahyudi, D. T., Sulidah, Damayanti, A., & Hidaya, N. (2024). Evaluasi Media Whatsapp Pada Pasien Tuberkulosis Terhadap Tingkat Kepatuhan Pengobatan. INNOVATIVE: Journal Of Social Science Research, 4(2), 8110–8118. https://j-innovative.org/index.php/Innovative/article/view/10197
kemenkes. (2024, March 15). Ayo Kenali Gejala Tuberkulosis yang Perlu Diwaspadai, Mulai dari Batuk hingga Berat Badan Menurun. Kementrian Kesehatan. https://ayosehat.kemkes.go.id/ayo-kenali-gejala-tuberkulosis-yang-perlu-diwaspadai-mulai-dari-batuk-hingga-berat-badan-menurun
Mulyati, risma sri, Safariyah, erna, & Hamzah, amir. (2024). Pengaruh Telenursing Whatsapp Chatbot Terhadap Kepatuhan Minum Obat (OAT) Di Puskesmas Benteng Kota Sukabumi. Jurnal Ventilator, 2(1), 202–214. https://doi.org/10.59680/ventilator.v2i1.994
Namuwali, D. (2021). Karakteristik Demografi dan Kualitas Hidup Penderita TB Paru di Puskesmas Waingapu, Sumba Timur. Jurnal Penelitian Kesehatan Suara Forikes, 10(2), 129–134.
Nova, T., Purwoko, B., & Mubarok, F. H. (2024). Hubungan Lama Terapi dengan Efek Samping Pengobatan TB-MDR. Jurnal Farmasetis, 13(3), 123–128. https://journal2.stikeskendal.ac.id/index.php/far/article/view/2467
Pasaribu, G. F., Handini, M. C., Manurung, J., Manurung, K., Sembiring, R., & Siagian, M. T. (2023). Ketidakpatuhan minum obat pada pasien TB paru: Studi kualitatif. Jurnal Prima Medika Sains, 5(1), 48–56. https://doi.org/10.34012/jpms.v5i1.3788
Perpres. (2021). Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 67 Tahun 2021 tentang Penanggulangan Tuberkulosis (67). https://peraturan.bpk.go.id/Details/174557/perpres-no-67-tahun-2021
Pujaningtyas, D. H., Ningsih, wahyu tri, & Nugraheni, wahyuningsih triana. (2023). Peran Pengawas Menelan Obat (Pmo) Dengan Kepatuhan Minum Obat Pada Pasien Tuberkulosis Paru di Wilayah Kerja Puskesmas Sumurgung. Jurnal Multidisiplin Indonesia, 2(8), 2143–2149. https://doi.org/10.58344/jmi.v2i8.423
Rizki Maulaya, A., Nur Hamim, H., Ns, Sk., & Addiarto, W. (2024). Pengaruh Edukasi Tentang Tbc Berbasis Grup Wa Terhadap Kepatuhan Minum Obat Pada Pasien Tbc di Wilayah Kerja Upt Puskesmas Kendit Situbondo. Jurnal Ilmu Kesehatan Mandira Cendikia, 3(11), 32–39. https://journal-mandiracendikia.com/jikmc
Rokhmah, D. (2021). Gender dan Penyakit Tuberkulosis: Implikasinya Terhadap Akses Layanan Kesehatan Masyarakat Miskin yang Rendah. Kesmas: National Public Health Journal, 7(10), 447. https://doi.org/10.21109/kesmas.v7i10.3
Saputra, Y. A., Apriliany, F., & Ramdhany, Muh. W. P. (2024). Pengaruh Reminding melalui Whatsapp Terhadap Kepatuhan Minum Obat pada Pasien Tuberkulosis Paru. Biocity Journal of Pharmacy Bioscience and Clinical Community, 2(2), 89–100. https://doi.org/10.30812/biocity.v2i2.3320
Sina, I., Kedokteran, J., Kedokteran, K.-F., Islam, U., Utara, S., Sikumbang, R. H., Penelitian, A., Chairani Eyanoer, P., Purnama Siregar, N., & Artikel, H. (2022). Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Kejadian Tb Paru Pada Usia Produktif Di Wilayah Kerja Puskesmas Tegal Sari Kecamatan Medan Denai Tahun 2018. Ibnu Sina: Jurnal Kedokteran Dan Kesehatan-Fakultas Kedokteran Universitas Islam Sumatera Utara, 21(1).
Suryana, I., & Nurhayati. (2021). Hubungan Antara Peran Pengawas Menelan Obat (PMO) Terhadap Kepatuhan Minum Obat Penderita TB Paru. Indonesian Journal of Nursing Sciences and Practices, 4(2), 93. https://doi.org/https://doi.org/10.24853/ijnsp.v4i2.93-98
WHO. (2024). 2024 Global tuberculosis report. https://www.who.int/teams/global-programme-on-tuberculosis-and-lung-health/tb-reports/global-tuberculosis-report-2024
WHO. (2025). Global Tuberculosis Report 2025. https://www.who.int/teams/global-programme-on-tuberculosis-and-lung-health/tb-reports/global-tuberculosis-report-2025
WHO. (2025). Tuberculosis. In world health organization. https://www.who.int/news-room/fact-sheets/detail/tuberculosis
Zulpa, putri meilani, & Yusalina. (2025). Pemanfaatan Whatsapp Sebagai Media Komunikasi Untuk Meningkatkan Kepatuhan Berobat Pasien TB-RO SR STPI Penabulu Banten. AFOS J-LAS All Fields of Science Jounal Liaison Academia and Sosiety, 5(2), 369–376. https://www.j-las.lemkomindo.org/index.php/AFoSJ-LAS/article/view/1105
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Journal of Golden Generation Health

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
Authors who publish with Journal of Golden Generation Health agree to the following terms:
- Authors retain copyright and grant the Journal of Golden Generation Health right of first publication with the work simultaneously This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License. that allows others to share the work with an acknowledgment of the work's authorship and initial publication in this journal.
- Authors can enter into separate, additional contractual arrangements for the non-exclusive distribution of the published version of the work (e.g., post it to an institutional repository or edit it in a book), with an acknowledgment of its initial publication in this journal.
- Authors are permitted and encouraged to post their work online (e.g., in institutional repositories or on their website) before and during the submission process, as it can lead to productive exchanges, as well as earlier and greater citation of published work.









