ANALISIS KENDALA GURU GEOGRAFI DALAM MELAKSANAKAN EVALUASI PEMBELAJARAN ABAD 21 DI SMA ERIA MEDAN
DOI:
https://doi.org/10.65244/jgge.v2i1.101Kata Kunci:
Evaluasi Pembelajaran, HOTs, TPACK, Geografi, Abad 21Abstrak
Penelitian ini bertujuan menganalisis kendala yang dihadapi guru Geografi di SMA Swasta Eria Medan dalam melaksanakan evaluasi pembelajaran abad ke-21 yang mengintegrasikan prinsip Higher Order Thinking Skills (HOTs) dan Technological Pedagogical and Content Knowledge (TPACK). Penelitian dilakukan dengan pendekatan deskriptif kualitatif melalui wawancara, observasi, serta telaah dokumen perangkat evaluasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru telah melaksanakan evaluasi secara terencana dan sesuai kurikulum, mencakup penilaian formatif, sumatif, sikap, dan keterampilan. Namun, penerapan soal HOTs masih terbatas karena rendahnya kemampuan analisis siswa, kurangnya pelatihan guru, serta minimnya sarana teknologi pendukung. Evaluasi berbasis TPACK mulai diterapkan melalui Google Form dan platform digital lain, tetapi belum optimal akibat keterbatasan jaringan dan fasilitas sekolah. Penelitian ini menegaskan pentingnya peningkatan kompetensi guru, penyediaan sarana digital, serta kolaborasi MGMP untuk memperkuat implementasi evaluasi sesuai tuntutan pembelajaran abad ke-21.
Unduhan
Referensi
Anderson, LW, & Krathwohl, DR (2001). Taksonomi untuk pembelajaran, pengajaran, dan penilaian: Revisi taksonomi tujuan pendidikan Bloom. New York: Longman.
Yayasan Ani Idrus. (2023). Profil Yayasan Pendidikan Ani Idrus. Medan: Yayasan Pendidikan Ani Idrus.
Arikunto, S. (2016). Dasar-dasar evaluasi pendidikan. Jakarta: Bumi Aksara.
Direktorat Jenderal Pendidikan Menengah. (2022). Panduan Penilaian Kurikulum Merdeka. Jakarta: Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi.
Hosnan, M. (2014). Pendekatan saintifik dan kontekstual dalam pembelajaran abad 21. Bogor: Ghalia Indonesia.
Kusaeri, K., & Suprananto, A. (2012). pengukuran dan penilaian pendidikan. Yogyakarta: Graha Ilmu.
Mardapi, D. (2017). pengukuran, penilaian, dan evaluasi pendidikan. Yogyakarta: Penerbitan Parama.
Miles, MB, Huberman, AM, & Saldaña, J. (2018). Analisis data kualitatif: Buku sumber metode (edisi ke-4). Thousand Oaks, CA: Sage.
Permendikbud No. 21 Tahun 2016 tentang Standar Isi Pendidikan Dasar dan Menengah.
Permendikbud No. 23 Tahun 2016 tentang Standar Penilaian Pendidikan.
Sudijono, A. (2015). Pengantar evaluasi pendidikan. Jakarta: Raja Grafindo Persada.
Susanto, A. (2021). Teori belajar & pembelajaran di sekolah dasar. Jakarta: Kencana.
Trilling, B., & Fadel, C. (2009). Keterampilan abad ke-21: Belajar untuk kehidupan di zaman kita. San Francisco, CA: Jossey-Bass.
UNESCO. (2015). Memikirkan kembali pendidikan: Menuju kebaikan bersama global? Paris: UNESCO Publishing.
Wulandari, A., & Ratnasari, D. (2020). Penerapan soal HOTS dalam pembelajaran geografi di SMA. Jurnal Pendidikan Geografi, 8(2), 99–110.
Yusuf, AM (2014). Metodologi penelitian: Kuantitatif, kualitatif, dan penelitian gabungan. Jakarta: Kencana.
Unduhan
Diterbitkan
Terbitan
Bagian
Lisensi
Hak Cipta (c) 2025 Journal of Golden Generation Education

Artikel ini berlisensiCreative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
Authors who publish with Journal of Golden Generation Education agree to the following terms:
- Authors retain copyright and grant the Journal of Golden Generation Education right of first publication with the work simultaneously This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License. that allows others to share the work with an acknowledgment of the work's authorship and initial publication in this journal.
- Authors can enter into separate, additional contractual arrangements for the non-exclusive distribution of the published version of the work (e.g., post it to an institutional repository or edit it in a book), with an acknowledgment of its initial publication in this journal.
- Authors are permitted and encouraged to post their work online (e.g., in institutional repositories or on their website) before and during the submission process, as it can lead to productive exchanges, as well as earlier and greater citation of published work.









